TRIBUNTRAVEL.COM – Dalam salah satu lagunya, grup musik Slank melukiskan Lembah Baliem dalam sebuah lagu berjudul sama.

Asal ada babi untuk di panggang

Asal banyak ubi untuk ku makan

Aku cukup senang… Aku cukup senang

Dan akupun tenang.

Begitulah potongan lirik dari lagu dalam album ke-10 band legendaris ini.

Dilansir dari slank.com, lagu ini merupakan bentuk keprihatinan Slank tentang pembabatan hutan yang sering terjadi.

Lembah Baliem, pun judul-judul lagu Slank lain yang memakai nama daerah lain, tentu saja punya nilai tersendiri bagi grup musik tersebut sehingga menjadikan nama daerah sebagai judul lagu.

Terlepas dari lagu yang dinanyikan oleh Slank, nyatanya Lembah Baliem memang istimewa seperti lirik lagu.

Terletak di lembah Pegunungan Jaya Wijaya tepatnya di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Lembah Baliem dikelilingi pemandangan yang begitu indah.

a
boredpanda.com

Berada pada ketinggian 1.600 mdpl, Lembah Baliem membentang sepanjang 80 km dan dengan lebar 20 km.

Lembah ini juga dikenal sebagai Grand Baliem Valley yang menjadi tempat tinggal bagi Suku Dani, Suku Yali, dan Suku Lani, dengan populasi sekitar 100 ribu jiwa.

Ketiga suku tesebut turut mengambil bagian dalam melestarikan budaya yaitu festival perang antar suku yang dikenal dengan nama Festival Lembah Baliem.

Festival tahunan ini diadakan sebagai pengingat betapa pentingnya menjaga perdamaian antar suku bangsa.

Selain Festival Lembah Baliem, ada hal unik lain yang bisa ditemukan di kaki Pegunungan Jaya Wijaya ini.

Satu di antaranya kesederhanaan hidup masyarakatnya yang terlihat dari rumah tempat tinggal mereka.

Dalam kesehariannya, penduduk Lembah Baliem tinggal dalam rumah beratap jerami.

a
kompasiana.com/dhave

Ada tiga jenis rumah dalam budaya penduduk ini, masing-masing mempunyai fungsinya sendiri.

Eweai merupakan rumah untuk para wanita, sedangkan Honai merupakan rumah para pria.

Sementara itu, Leseai merupakan rumah induk yang bisa ditinggali kepala atau tetua desa.

Sesuai dengan lirik lagu Slank mengenai babi dan ubi, makanan utama penduduk di Lembah Baliem adalah babi dan ubi.

Demi memenuhi kebutuhan pangan, mereka beternak babi dan bertani umbi-umbian.

Nah, tertarik untuk mengunjungi Lembah Baliem?

Jika tertarik, kamu bisa datang bertepatan dengan Festival Lembah Baliem yang biasanya diadakan setiap bulan Agustus.

Untuk mengunjungi Lembah Baliem, bisa melalui Bandara Sentani di Jayapura, kemudian memesan tiket penerbangan ke Wamena.